Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
ManajemenQolbu.Com : Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, Allahuma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii ajmaiin, amma ba’du .Saudara-saudaraku, Aa belum termasuk orang yang berhak menafsirkan Al Qur’an karena keterbatasan ilmu oleh karena itu keberanian menyimak dan membaca inilah mudah-mudahan kalau sama-sama ikhlas kita sama-sama dapat mendapatkan ilmunya.
Terjemahan Surat Ar-Ra’d (13) ayat 8 – 9
8. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya.
9. Yang mengetahui semua yang gaib dan yang tampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi
Subhanalloh, jadi yang Menciptakan bayi di dalam perut seorang ibu hanyalah Allah SWT,Dia-lah yang membentuk rupa, Allah Maha Tahu setiap bayi yang ada kekurangannya, karena Allah-lah yang Menciptakan dan juga Allah Maha Tahu mana yang dilahirkan kembar bahkan kembar siam ,kembar laki-perempuan.
Ada yang persis sama ada yang berbeda ,sepasang suami-istri yang memiliki janin tidak berdaya sedikit pun untuk membentuk anaknya diluar kemampuan, lalu apa hikmahnya ? jadi andaikata seorang perempuan menginginkan kehamilan harus menikah dahulu karena jika tidak menikah kehamilannya tidak halal tetapi sang janin bukanlah anak yang haram hanya prosedurnya haram.
Andaikata hamil ,minta tolonglah kepada Allah yang menciptakan makhluk supaya diberi rupa sebaik baik rupa yang dapat dipertanggungjawabkan,diberi umur sebaik-baik umur yang barokah,diberi takdir sebaik-baik takdir yang mengundang ridho Allah ,diberi rejeki sebaik-baik rezeki yang barokah dan melimpah sehingga hidupnya menjadi ahli shodaqoh yang penuh manfaat.
Mintalah hanya kepada Allah, laki- laki ataupun perempuan sama saja karena Allah yang menciptakan. Andaikata kita ingin perempuan tetapi diberi anak laki-laki kita harus bersyukur karena para bapak atau laki-laki yang sholeh itu adalah laki-laki, dan andaikata kita menginginkan anak laki-laki tetapi kemudian diberikan anak perempuan kita pun harus bersyukur karena laki-laki yang sholeh itu dilahirkan dari seorang perempuan.
Terjemahan Surat Ar-Ra’d (13) ayat 10
10. Sama saja (bagi Tuhan) , siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terung dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri ) di siang hari.
Mau diucapkan ataupun tidak, apa yang terlintas didalam hati Sesungguhnya Allah Maha Tahu , semua bisikan-bisikan di telepon walaupun sembunyi-sembunyi tidak ada yang tersembunyi , yang berpacaran lewat telpon walaupun mencari tempat yang tersembunyi tetap tidak bisa , mana ada tempat yang tersembunyi bagi Allah baik itu gelap maupun terang sama saja,karena tidak ada yang gelap ataupun terang bagi Allah karena Dia-lah yang Menciptakan gelap dan terang.
Terjemahan Surat Ar-Ra’d (13) ayat 11
11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di maka dan di belakangnya , mereka menjaganya atas perintah Allah, Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah Menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya ; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
Malaikat mencatat amal-amal manusia ,dimanapun kita berada,masuk ke manapun akan selalu diikuti , semuanya dicatat dan tercatat tiada satupun yang luput dan nanti catatan itu dibeberkan di akherat, semua orang akan tahu
Allah menguasai setiap takdir, takdir Allah diantaranya diberikan kepada kita untuk dirubah ke takdir lainnya. Kalau kita malas maka rezeki- nya akan sedikit , tetapi kalau kita gigih maka rezekinya Insya Allah lebih besar, kalau membaca Alquran malas maka jangan salahkan jika kita hanya hapal sedikit ayat Quran,tetapi kalau kita gigih akan menjadi penghapal Al Qur’an, kalau dahsyat mengamalkan menjadi ahli Al Qur’an bukan hanya hapal tapi akhlakpun akan mirip Al Qur’an.
Allah menguasai segala-galanya dengan sempurna, Allah Maha Tahu keadaaan George W Bush , Allah tahu keadaan saudara kita di tanah palestina, orang Palestina ada dalam genggaman Allah , yang menjadi masalah bukan masalah mati tetapi mati khusnul khotimah atau mati su’ul khotimah,karena tidak ada perang pun kematian tetap akan dialami semua orang, semua orang ada ajalnya tidak boleh dipakai main-main karena semua ada waktunya. Semua musibah terjadi dengan izin Allah.
“Maa ashaaba mimmushiibatiin illa bi idznillah”Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.(QS. 64 ; 11)
Terjemahan Surat Ar-Ra’d (13) ayat 12 - 13
12. Dia-lah Tuhan yang Memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia Mengadakan awan mendung
.
13. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah , (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah Melepaskan halilintar, lalu Menimpakannya kepada siapa yang Dia Kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras Siksa-Nya
Ketika ada petir ada yang ketakutan tetapi ada juga yang gembira, yang gembira karena ada petir karena mereka berharap akan turun hujan, yang bersikap ketakutan adalah orang yang takut kesambar petir ,Suatu saat ada bos yang sedang menyukai golf, dia mempunyai pengawal yang banyak,uang yang berlimpah , rumahnya dilengkapi alarm, ada anjing penjaga ,tetapi ketika Allah menakdirkan bos tersebut terkena petir maka tidak dapat ditahan oleh siapapun , seketika itu pula dia terbujur kaku dan tubuhnya hangus terbakar,pada saat yang sama tidak ada satupun pengawalnya yang mau menyelamatkannya.Sesungguhnya Guruh,malaikat bertasbih memuji Allah karena takut padanya-Nya semua yang ada di langit bertasbih kepada Allah, Yusabbihu lahuu man fissamaawaati wal ardh
Terjemahan Surat Ar-Ra’d (13) ayat 14
14. Hanya bagi Allah –lah (Hak Mengabulkan ) doa yang benar. Dan berhala-hala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadat)orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka. (QS:AR- RA’D{13};8-14)
Seluruh dukun tidak ada yang dapat mengabulkan doa, andaikata seorang dukun dapat mengetahui nomor judi, kenapa tidak dia saja yang membeli ?saudaraku jangan pernah mau datang ke dukun karena mereka adalah penipu ,termasuk penipuan baru-baru ini yang mengguncangkan Indonesia yang telah dibeberkan oleh Allah , selain itu dukun sering dipakai oleh jin sebagai alat untuk memperdaya manusia , Allah Maha Dekat kenapa kita minta kepada dukun yang sudah pasti mati ,minta tolonglah hanya kepada Allah Yang Menguasai Segala-galanya dengan Maha Cermat.
Mudah-mudahan Allah Yang Maha Mendengar Membimbing kita untuk dapat memperbaiki kekurangan diri kita karena Allah memberi hidayah dan taufik kepada siapa yang dikehendaki.wallahu a’lam (mikha) [manajemenqolbu.com]***<
#Disampaikan dalam MQ Pagi tanggal 23-9-2002 di Masjid DT
Showing posts with label AA GYM. Show all posts
Showing posts with label AA GYM. Show all posts
Friday, June 1, 2007
Tuesday, May 29, 2007
Alat Ukur Keuntungan
Oleh : KH Abdullah Gymnastiar
ManajemenQolbu.Com : Ciri kapitalis itu dua. Pertama, dalam mencari keuntungan mereka tidak menggunakan tata nilai yang baik, mengeksploitir semuanya demi kepentingan diri dan konglomerasinya. Kedua, setelah mendapatkannya mereka kikir dan sibuk membesarkan dirinya.Islam menghadirkan solusi, ada dua ciri profesional Muslim.
Pertama, ketika mencarinya, sangat menjaga nilai-nilai, sehingga kalau dia mendapatkan sesuatu, dirinya lebih bernilai daripada yang dia dapatkan. Kalau dia mendapat uang, maka dia dihormati bukan karena uangnya, tapi karena kejujurannya. Kalau dia mempunyai jabatan, dia disegani bukan karena jabatannya, tapi karena kepemimpinannya yang bijak, adil dan mulia.
Kedua, setelah mendapatkannya dia distribusikan untuk sebesar-besar manfaat bagi kemaslahatan umat. Makin kaya, makin banyak orang miskin yang menikmati kekayaannya.Kita seringkali menganggap bahwa keuntungan itu adalah finansial (uang), sehingga sibuk menumpuk harta kekayaan untuk bermewah-mewahan. Inilah di antaranya yang membuat bangsa kita hancur.Firman Allah, "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung." (QS Al Jumu'ah [62]: 10).Carilah karunia Allah, bukan uang. Sesungguhnya keuntungan itu tidak identik dengan uang. Walaupun tidak mendapatkan uang, jika niatnya lurus dan cara berikhtiarnya benar, maka kita sudah beruntung, Allah yang akan mendatangkannya suatu saat kelak.Alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima.
Pertama, yang namanya untung itu adalah kalau apa yang kita lakukan menjadi amal shaleh. Walaupun belum (atau bahkan tidak) mendapatkan uang, tetapi jika telah berkesempatan menolong orang lain, meringankan beban orang lain, memuaskan pembeli atau melakukan apapun yang menjadi kebaikan di sisi Allah, maka semua itu sudah merupakan keuntungan.Sebaliknya, bisnis narkoba, perjudian, dan prostitusi itu menghasilkan banyak uang, tetapi jangan pernah merasa beruntung kalau bisnis itu berkembang. Itu semua bukan keuntungan, melainkan fitnah karena akan mendapat kutukan dan laknat dari Allah.
Kedua, yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa membangun nama baik (citra diri) kita. Jangan sampai kita mempunyai banyak uang, tetapi nama baik kita hancur, dikenal sebagai penipu, pendusta atau koruptor. Apalah artinya kita mempunyai banyak harta, tapi citra kita hancur sehingga istri dan anak-anak menjadi tercekam dan terpermalukan. Kekayaan kita bukan pada tempelan (uang, pangkat, jabatan), kekayaan kita harus melekat pada citra diri kita.
Ketiga, yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa menambah ilmu, pengalaman, dan wawasan. Jika kita mempunyai banyak uang, tetapi tidak berilmu, sebentar saja bisa hangus uang kita. Tidak sedikit orang yang mempunyai uang, tetapi tidak memiliki pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. Sebaliknya, misalkan uang kita habis karena dirampok, kalau kita memiliki ilmu, pengalaman, dan wawasan, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah.
Keempat, yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa membangun relasi atau silaturahmi. Oleh karenanya, jangan pernah hanya karena masalah uang hubungan baik kita dengan orang lain menjadi hancur.Setiap orang yang terluka oleh kita, dia akan menceritakan luka di hatinya kepada orang lain. Dan ini akan menjadi benteng yang memenjarakan, kita semakin kecil. Jangan mencari musuh, tapi perbanyak kawan. Kalau kawan sudah mencintai kita, mereka akan bersedia untuk membela dan berkorban untuk kita, setidaknya mereka akan menceritakan sesuatu yang baik tentang kita.
Kelima, yang namanya untung itu tidak hanya sekadar untuk mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, tetapi apa yang kita lakukan itu justru harus banyak menguntungkan dan memuaskan orang lain.Oleh karena itu, kalau kita sudah meyakini bahwa pembagi rezeki adalah Allah, maka bisnis kita bukan lagi dengan manusia, tetapi dengan Allah, penggenggam setiap rezeki.
Waspadalah terhadap bisnis yang tidak menjadi amal, yang tidak menjadi nama baik, yang tidak menjadi ilmu, yang memutuskan silaturahmi, dan yang mengecewakan orang lain. Karena semua itu bukan keuntungan, tetapi bencana Wallahu a’lam Bishowab (republika/mqpub)[mq]***
ManajemenQolbu.Com : Ciri kapitalis itu dua. Pertama, dalam mencari keuntungan mereka tidak menggunakan tata nilai yang baik, mengeksploitir semuanya demi kepentingan diri dan konglomerasinya. Kedua, setelah mendapatkannya mereka kikir dan sibuk membesarkan dirinya.Islam menghadirkan solusi, ada dua ciri profesional Muslim.
Pertama, ketika mencarinya, sangat menjaga nilai-nilai, sehingga kalau dia mendapatkan sesuatu, dirinya lebih bernilai daripada yang dia dapatkan. Kalau dia mendapat uang, maka dia dihormati bukan karena uangnya, tapi karena kejujurannya. Kalau dia mempunyai jabatan, dia disegani bukan karena jabatannya, tapi karena kepemimpinannya yang bijak, adil dan mulia.
Kedua, setelah mendapatkannya dia distribusikan untuk sebesar-besar manfaat bagi kemaslahatan umat. Makin kaya, makin banyak orang miskin yang menikmati kekayaannya.Kita seringkali menganggap bahwa keuntungan itu adalah finansial (uang), sehingga sibuk menumpuk harta kekayaan untuk bermewah-mewahan. Inilah di antaranya yang membuat bangsa kita hancur.Firman Allah, "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung." (QS Al Jumu'ah [62]: 10).Carilah karunia Allah, bukan uang. Sesungguhnya keuntungan itu tidak identik dengan uang. Walaupun tidak mendapatkan uang, jika niatnya lurus dan cara berikhtiarnya benar, maka kita sudah beruntung, Allah yang akan mendatangkannya suatu saat kelak.Alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima.
Pertama, yang namanya untung itu adalah kalau apa yang kita lakukan menjadi amal shaleh. Walaupun belum (atau bahkan tidak) mendapatkan uang, tetapi jika telah berkesempatan menolong orang lain, meringankan beban orang lain, memuaskan pembeli atau melakukan apapun yang menjadi kebaikan di sisi Allah, maka semua itu sudah merupakan keuntungan.Sebaliknya, bisnis narkoba, perjudian, dan prostitusi itu menghasilkan banyak uang, tetapi jangan pernah merasa beruntung kalau bisnis itu berkembang. Itu semua bukan keuntungan, melainkan fitnah karena akan mendapat kutukan dan laknat dari Allah.
Kedua, yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa membangun nama baik (citra diri) kita. Jangan sampai kita mempunyai banyak uang, tetapi nama baik kita hancur, dikenal sebagai penipu, pendusta atau koruptor. Apalah artinya kita mempunyai banyak harta, tapi citra kita hancur sehingga istri dan anak-anak menjadi tercekam dan terpermalukan. Kekayaan kita bukan pada tempelan (uang, pangkat, jabatan), kekayaan kita harus melekat pada citra diri kita.
Ketiga, yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa menambah ilmu, pengalaman, dan wawasan. Jika kita mempunyai banyak uang, tetapi tidak berilmu, sebentar saja bisa hangus uang kita. Tidak sedikit orang yang mempunyai uang, tetapi tidak memiliki pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. Sebaliknya, misalkan uang kita habis karena dirampok, kalau kita memiliki ilmu, pengalaman, dan wawasan, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah.
Keempat, yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa membangun relasi atau silaturahmi. Oleh karenanya, jangan pernah hanya karena masalah uang hubungan baik kita dengan orang lain menjadi hancur.Setiap orang yang terluka oleh kita, dia akan menceritakan luka di hatinya kepada orang lain. Dan ini akan menjadi benteng yang memenjarakan, kita semakin kecil. Jangan mencari musuh, tapi perbanyak kawan. Kalau kawan sudah mencintai kita, mereka akan bersedia untuk membela dan berkorban untuk kita, setidaknya mereka akan menceritakan sesuatu yang baik tentang kita.
Kelima, yang namanya untung itu tidak hanya sekadar untuk mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, tetapi apa yang kita lakukan itu justru harus banyak menguntungkan dan memuaskan orang lain.Oleh karena itu, kalau kita sudah meyakini bahwa pembagi rezeki adalah Allah, maka bisnis kita bukan lagi dengan manusia, tetapi dengan Allah, penggenggam setiap rezeki.
Waspadalah terhadap bisnis yang tidak menjadi amal, yang tidak menjadi nama baik, yang tidak menjadi ilmu, yang memutuskan silaturahmi, dan yang mengecewakan orang lain. Karena semua itu bukan keuntungan, tetapi bencana Wallahu a’lam Bishowab (republika/mqpub)[mq]***
Subscribe to:
Posts (Atom)

